Rabu, 09 Mei 2012

Sholat diatas sajadah, sedangkan lantainya najis



 

  • S O A L

    Kami punya anak balita/kecil, yang suka ngompol dilantai rumah, apakah ketika saya Sholat pake sajadah diatas lantai atau karpet yg kena najis itu boleh.?
  • J A W A B
  • Kalau orang itu meyakin sajadahnya najis, maka hukumnya sdh jelas batal.

    Kalau sajadah-nya suci, tapi lantai atau karpetnya yang najis, kemudian sajadah itu diletakkan diatas lantai yang najis, maka tidak masalah, begitu juga apabila yang terkena najis dari sajadah itu hanya bagian pinggir, sekira tidak menyentuh anggota badan.

    Sbgmn dalam Kifayah Al Akhyar:

    ولو صلى على بساط تحته نجاسة أو على طرفه نجاسه أعلى سرير قوائمه على نجاسه لم يضر

    Kalau kita hanya ragu atas najisnya lantai, atau sajadah, maka masih tetap dihukumi suci,

    Sbgmn Qoi'dah yang sudah populer:

    Al Iqna'
    لأن الأصل الطهارة
    وشككنا في النجاسة والأصل عدمها
    Artinya: Karena hukum asal (dari semua benda) adalah suci, sedangkan kita, masih ragu tentang kenajisan benda itu, asal mula dari semua benda ialah tidak adanya najis. (atau kata lainnya, yakin suci vs ragu najis).
  • Penambahan:

    Kalau semua bagian dari karpet itu najis semua, dan atau kita yakin sebagian dari karpet itu najis, tapi lupa bagian yang terkena najis dari karpet itu, maka sholat di Karpet ini dihukumi tidak sah karena najis.

    Kifayah Al Akhyar:

    وإن لم يعرف موضعها من البدن والثوب وجب غسله كله ولا يجزيه الاجتهاد

Dan apabila tempat yang terkena najis itu tidak diketahui, baik yang terdapat di-badan, atau pakain, maka wajib membasuh semuanya (semua badan/semua pakaian), dan dalam keadaan spt ini tidak diperbolehkan Ijtihad. Oleh Su Kakov di Fiqh Kontemporer ·

0 komentar:

Poskan Komentar

 

jancok © 2008. Design By: SkinCorner